Kuda Terbang
Sewaktu aku bocah terbayang negeri yang begitu menggelora, mengajak untuk segera bersua.
lamat-lamat terdengar suara dan makin jelas didepanku, tampa perlu berbalik
Isyarat kuda bersayap itu jelas, aku diminta duduk di punggungnya.
Aku coba menuruti keinginannya. mungkinkah aku diterbangkan ke negeri impian.
Sejenak setelah duduk dipunggungnya (empuk terlintas dibenakku), sayapnya digepakkan, ia terbang melintas sekelebat mata.
Aku terkejut, berpegang lehernya erat-erat, takut akan jatuh. Kuda terbang yang Bersayap ini mengurangi kecepatan. Ia tahu, aku ketakutan.
tak lama kemudian, aku mulai tenang, dan berani menebarkan pandangan. Oh betapa indahnya pemandangan di atas awan.
Awan berarak laksana kapas putih terbang ditiup seribu bidadari jelita. Air laut bagaikan beludru biru, selimut para Dewa.
Dari kejauhan aku melihat daratan. Itulah tanah Jawa, tempat ibunda Sangkuriang… Dayang Sumbi tinggal. Semakin dekat tampaklah,
bahwa daratan itu sangat subur.
Tanpa aku perintah, Kuda bersayap mulai merendahkan terbangnya, dan mendarat dengan lembut di tanah Priangan.
Benar-benar aneh, ia tahu tujuanku.
ku heran dengan kejadian yang baru saja aku alami. Apakah aku sedang bermimpi? Tidak!!! Helaku,Ini alam nyata. Aku telah berdiri di tanah Priangan.
Dan kuda bersayap itu telah menolongku. Tampaknya Kuda bersayap itu tidak peduli.bahwa aku masih keheranan, ia berjalan meninggalkan aku.
kemudian, ia berhenti dan menoleh kepadaku. bahwa aku diminta mengikutinya. Aku penasaran, akan ku ikuti ke mana ia melangkah. Apa yang diinginkannya?
Ku perhatikan dari belakang, langkahnya gemulai, Ooh! kuda itu betina
Tidak lama kemudian kami sampai di Tempat yang Sangat romantis. Siapa pun orangnya akan merasa nyaman berada di tempat ini, terutama bagi sepasang remaja.
Ah jika aku ditemani seorang bidadari, alangkah bahagianya.
Aku dapat memadu kasih sepuasnya tanpa ada yang menggangu.
(ku persembahkan pada Sang Prabu)
2 Comments »
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- January 2008 (2)
- December 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
bang aku ndak ngerti ceritnya doh,.
tapi aku setuju!!
dulu waktu ulang tahun pertama jaman masih sekolah di TK didaulat buat nyanyi… tau nga aku nyanyi apa? Lagunya Halo-Halo bandung bay.