Lakon
ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini.
ADITYA MINTRAGNA. Adipati Alengka yang diutus Rahwana menggempur Maespati untuk merebut Citrawati.
AGASTYA. Pertapa sakti.
ANANTADEWA. Saudara Abimanyu lain ibu.
ANTABOGA, SANG HYANG, atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi.
ARIMBA. Kakak Arimbi, putra Prabu Arimbaka dari Pringgandani.
ARJUNAWIJAYA, putra tunggal Prabu Kartawijaya ini, setelah menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja negara Maespati dikenal dengan PRABUARJUNASASRABAHU.
ARYA PRABAKESA. Adik Arimba.
ARYA PRABU. Kakak Dewi Kunti, putra Prabu Basuki dari Mandura.
BALADEWA, saudara Kresna. Untuk menyelamatkan nyawanya, Kresna menuntut nyawa Antareja sebagai tumbal Bharatayudha.
BAMBANG IRAWAN. Saudara Abimanyu lain ibu.
BAMBANG SUMBADA. Saudara Abimanyu lain ibu.
BASUDEWA. Kakak Dewi Kunti, putra Prabu Basuki dari Mandura.
BASUKATI. Kakak Dewi Kunti, putra Prabu Basuki dari Mandura.
BASUNANDA. Kakak Dewi Kunti, putra Prabu Basuki dari Mandura.
BAYUSAYUTA, senjata Arjunasasrabahu yang begitu melesat di udara dari pamornya menyembur angin besar dan kencang yang mengandung hawa dingin.
BAYU TANAYA. Nama lain Bima, sebagai penghormatan kepada ayahnya, Dewa angin (Batara Bayu). Nama lainnya Dandun wacana, Kusuma Waligita, dan Bondan Paksajandu. Ia juga dikenal sebagai Satria Jodipati. Ketika menjadi raja Gilingwesi, ia bernama Prabu Tungguwasesa.
BHARATA. Adik Rama, putra Dewi Kekayi.
BIMADARI. Anak Bima dan Dewi Uma, buah perselingkuhan yang kelak menolong Bima dalam Bharatayudha.
BISMA. Resi dari kasta satria. Senopati Astina.
BRAJADENTA. Adik Arimba.
BRAJAMUSTI. Adik Arimba.
BRATAJAYA. Anak angkat Kyai Antagopa.
DAMARWULAN anak seorang bekas patih Majapahit yakni Udara. Ia dilahirkan dan dibesarkan di desa Paluhamba di bawah asuhan ibu dan kakaknya Begawan Mustikamaya.
DANARAJA (Prabu Danapati atau Prabu Bisawarna), raja negara Lokapala yang masih kakak Rahwana satu ayah, sama-sama putra resi Wisrawa.
DANURWINDA. Putra Antareja, patih Hastinapura.
DARMAKUSUMA. Nama lain Yudhistira, untuk menghormati Batara Dharma, ayahnya yang merupakan dewa Keadilan. Nama lainnya adalah SAMIAJI dan Guna Talikrama. Setelah Bharatayuda, ia menjadi pemimpin Hastinapura dan bergelar Prabu Kalimataya.
DARMAPUTRA. Putra Patih Agung yang dibunuh ayahnya sendiri karena menghamili putri raja.
DARMAWISESA dari negeri Widarba, merupakan raja yang sangat berpengaruh dan ditakuti. Menginginkan Citrawati.
DEWASRANI. Satria kerajaan Tunggul Malaya yang ingin memperistri Dewi Ulupi tetapi tidak dapat mengalahkan Antasena dalam sayembara.
DITYA KALASRENGGI putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. Menewaskan Irawan, putra Arjuna, dalam pertempuran.
DITYA PANCATNYANA patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura
DURSALA putra Arya Dursasana, Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. Ia berbadan besar, gagah dan bermulut lemar.
GUNAPANSIRNA. Ksatria negeri Sunda priangan.
GUMBAYANA. Putra Prabu Gunapansirna.
HANDAKA SUMEKAR. Senopati negara Maespati.
INDRA TANAYA. Nama lain Arjuna, karena ayahnya adalah Batara Indra. Nama lainnya adalah Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ).
INDRAYAKSA. Putra Rahwana yang mati di medan perang ketika bertempur dengan Patih Suwanda.
JATAYU. Burung garuda sahabat Rama.
JATIKUSUMA. Prabu Parang Gubarja yang dikalahkan Arjuna.
JAYAMURCITA raja negara Plangkawati. Menginginkan Sumbadra.
KALABENDANA putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba.
KARNA, lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. Basukarna adalah putra sulung, sedangkan Arjuna anak yang ketiga. Nama lain baginya adalah Talingasmara. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra, atau Suryatmaja, karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya.
KRESNA. Titisan Batara Wisnu, raja Dwarawati.
KRESNADWIPAYANA. Nama lain Abiyasa. Anak Begawan Palasara dengan Dewi Durgandini.
LESMANA. Adik RAMA. Dikutuk Resi Sharwana menjadi feminin walaupun memiliki kemampuan militer tulen.
MAYA DENAWA. Raja Bedahulu.
MAYAKUSUMA. Putra Prabu Sukendra. Diperintahkan membakar hidup-hidup Dewi Dyah Sarimaya karena mengandung tanpa nikah dengan Arjuna.
NARASOMA. Suami Dewi Kunti yang pertama.
NARAYANA. Anak angkat Kyai Antagopa.
PANJI RAWISRENGGA. Putra Prabu Jenggala Sri Lembuami yang menggantikannya setelah wafat. Gelarnya Sri Suryawisesa.
PRABAKUSUMA. Saudara Abimanyu lain ibu.
PRAHASTA. Patih Alengka.
PRAMANA SEJATI. Begawan yang mengutuk Abimanyu menjadi arca.
SABRANG LAYUN ARJUNA SASRA. Putra Dewi Kunti yang dikandungnya karena ditatap Pandu Dewanata. Juga dibuang seperti Karna.
SASI KIRANA. Putra Gatotkaca dan Pergiwa, satria Hastinapura.
SETYAJID. Prabu dari Lesanpura, ayah Dewi Setyaboma dan Setyaki.
SRI AJI PALAKA. Anak Putra dan Luh Wedani yang diberikan Dewa Laut.
SUMITRA. Saudara Abimanyu lain ibu.
SUNGGING PRABANGKARA. Putra Raden Brawijaya yang ahli melukis.
SURYAKACA putra Gatotkaca. raja negara Pringgandani dengan permaisuri Dewi Suryawati
SURYAKUSUMA. Putra mahkota Astina yang hendak dinikahkan oleh Resi Durna dan Patih Sengkuni dengan Dewi Janakawati, tunangan Antasena.
WIBISANA. Adik Rahwana.
WIJANARKA. Saudara Abimanyu lain ibu.
WISANGGENI. Saudara Abimanyu lain ibu. Wisanggeni tak mempan segala senjata yang ada di dunia ini.. Putra Arjuna dari Dresanala, putri Batara Brahma.
WISMAMITRA. Begawan yang dibantu Prabu Ayodya untuk mengusir raksasa dari pertapaannya.
WISNU TEMAJA. Murid pesaraman Ukir Sari berasal dari Wisnu Segara.
WIWASATA. DEWA penguasa langit biru.
Kuda Terbang
Sewaktu aku bocah terbayang negeri yang begitu menggelora, mengajak untuk segera bersua.
lamat-lamat terdengar suara dan makin jelas didepanku, tampa perlu berbalik
Isyarat kuda bersayap itu jelas, aku diminta duduk di punggungnya.
Aku coba menuruti keinginannya. mungkinkah aku diterbangkan ke negeri impian.
Sejenak setelah duduk dipunggungnya (empuk terlintas dibenakku), sayapnya digepakkan, ia terbang melintas sekelebat mata.
Aku terkejut, berpegang lehernya erat-erat, takut akan jatuh. Kuda terbang yang Bersayap ini mengurangi kecepatan. Ia tahu, aku ketakutan.
tak lama kemudian, aku mulai tenang, dan berani menebarkan pandangan. Oh betapa indahnya pemandangan di atas awan.
Awan berarak laksana kapas putih terbang ditiup seribu bidadari jelita. Air laut bagaikan beludru biru, selimut para Dewa.
Dari kejauhan aku melihat daratan. Itulah tanah Jawa, tempat ibunda Sangkuriang… Dayang Sumbi tinggal. Semakin dekat tampaklah,
bahwa daratan itu sangat subur.
Tanpa aku perintah, Kuda bersayap mulai merendahkan terbangnya, dan mendarat dengan lembut di tanah Priangan.
Benar-benar aneh, ia tahu tujuanku.
ku heran dengan kejadian yang baru saja aku alami. Apakah aku sedang bermimpi? Tidak!!! Helaku,Ini alam nyata. Aku telah berdiri di tanah Priangan.
Dan kuda bersayap itu telah menolongku. Tampaknya Kuda bersayap itu tidak peduli.bahwa aku masih keheranan, ia berjalan meninggalkan aku.
kemudian, ia berhenti dan menoleh kepadaku. bahwa aku diminta mengikutinya. Aku penasaran, akan ku ikuti ke mana ia melangkah. Apa yang diinginkannya?
Ku perhatikan dari belakang, langkahnya gemulai, Ooh! kuda itu betina
Tidak lama kemudian kami sampai di Tempat yang Sangat romantis. Siapa pun orangnya akan merasa nyaman berada di tempat ini, terutama bagi sepasang remaja.
Ah jika aku ditemani seorang bidadari, alangkah bahagianya.
Aku dapat memadu kasih sepuasnya tanpa ada yang menggangu.
(ku persembahkan pada Sang Prabu)
Bangkit !!!
Tiada waktu lagi, gegas lah…
Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan
lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena
bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis
yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat.
Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian Bis satu-satunya didaerah
itu. Di perhentian Bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang
terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan Bis :
- Seorang nenek tua yang sekarat
- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
- Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan
Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda, siapakah yang
akan Anda ajak ? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu?
-
Recent
-
Links
-
Archives
- January 2008 (2)
- December 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS